Cari . . . .

Memuat...

Menabung di Bank atau ?

Written by Rusni on at 19.19



Umumnya, Tujuan Orang menabung/menginvestasikan uangnya :
Untuk dana darurat keluarga tercinta
Untuk dana pendidikan anak-anak
Untuk dana pensiun di hari tua / masa depan lebih baik

Contoh : Pak Ali ingin menabung setiap bulannya Rp. 2 juta.

Alternatif I : Menabung di Bank.
Jika terjadi sesuatu pada Pak Ali di bulan ke-4,

Read More......

Asuransi Takaful Keluarga, Indonesia Brand Champion 2011

Written by Rusni on at 23.05





PT. Asuransi Takaful Keluarga (ATK) mengokohkan posisinya sebagai perusahaan asuransi syari’ah pilihan masyarakat Indonesia dengan diraihnya penghargaan “INDONESIA BRAND CHAMPION 2011″ Kategori The Best Customer Choice of Islamic Life Insurance yang diberikan oleh MarkPlus, Inc.

Takaful adalah perusahaan asurasi syari’ah yang berkomitmen tinggi terhadap kehalalan transaksi keuangan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, dengan hanya memasarkan produk-produk asuransi syariah sejak 24 Februari 1994 hingga saat ini.

Read More......

Takafulink Salam Cendekia

Written by Rusni on at 07.25

Seringkali orang tua tidak memperhitungkan berapa jumlah dana yang bakal diterima dari asuransi untuk menanggung biaya pendidikan anaknya kelak.

Upayakan jumlah dana dari asuransi mencukupi biaya pendidikan anak Anda, terlebih apabila terjadi klaim. Kalau pun jumlahnya kurang, usahakan tambahannya nanti tidak besar. Hal ini tentunya bertujuan untuk mengoptimalkan manfaat asuransi yang hendak Anda ikuti.

Berikut cara penghitungan dana pendidikan untuk anak:

1. Ketahui dulu berapa biaya pendidikan saat ini. Bila saat ini anak Anda masih balita, Anda perlu tahu berapa biaya pendidikan saat ini untuk TK, SD, SMP, SMU, dan PT.

2. Hitung, berapa lama lagi anak Anda akan mencapai jenjang-jenjang pendidikan tersebut. Misal, anak Anda baru lahir. Jadi, Anda punya waktu sekitar 4 tahun menyiapkan biaya untuk TK; 6 tahun untuk SD; 12 tahun untuk SMP; 15 tahun untuk SMU; dan 18 tahun untuk PT.

3. Perkirakan berapa biaya pendidikan anak Anda kelak. Dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan 10 persen/tahun, maka uang pangkal TK yang pada saat ini, misal, Rp. 5 juta, setelah 4 tahun akan menjadi Rp. 7.320.500. Rumusnya adalah Rp. 5 juta x 1,1 x 1,1 x 1,1 x 1,1). Ulangi untuk jenjang-jenjang pendidikan yang lain.

4. Untuk memproteksi biaya pendidikan anak Anda dari resiko kematian orang tua atau ketidakmampuan orang tua mencari nafkah akibat cacat tetap, ambil asuransi jiwa atau asuransi dana pendidikan. Besar uang pertanggungan (UP) dan beasiswa per tahapnya harus bisa mengcover biaya pendidikan anak yang telah Anda rencanakan di atas.
Pastikan keluarga Anda mendapat manfaat asuransi berupa:

1. Santunan untuk Istri/Suami
2. Seluruh dana tabungan dan bagi hasilnya
3. Uang masuk sekolah TK, SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi
4. Uang sekolah per tahun selama TK, SD (6 tahun) , SMP (3 tahun), SMA (3 tahun), serta Perguruan Tinggi (4 tahun)

5. Mintalah ilustrasi kepada agen asuransi Anda, sehingga Anda mengetahui berapa besar premi asuransi yang seharusnya Anda bayar agar anak Anda bisa meneruskan pendidikan di sekolah dengan kualitas yang Anda inginkan dan memperoleh semua manfaat di atas


Jadi, persiapkan dana pendidikan anak kita sejak sekarang. Jangan tunda lagi.

Tentang bagaimana cara menghitung dana pendidikan. Di Takaful adaTakafulink Salam Cendekia

modern, pembayaran premi s/d anak usia 18th anak dijamin s/d usia 23th, dana cair pas anak daftar masuk sekolah (TK, SD, SMP, SMA, Kuliah + dana pertahun pas kuliah) dana diinvestasikan jadi tingkat return optimal, ada rider kesehatan, kecelakaan, cacat tetap, untuk anak dan payor term jiwa, kecelakaan, cacat tetap dan penyakit kritis untuk orang tua.
Takafulink Salam Cendekia

merupakan inovasi produk lama Takaful Dana Pendidikan (Fulnadi), yang merupakan produk asuransi pendidikan murni. Sedangkan Salam Cendekia merupakan produk asuransi pendidikan berbasis investasi di pasar modal, dengan tahapan pendidikan dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Universitas.

Takafullink Salam Cendekia memiliki 3 (tiga) pilihan investasi yaitu :
Pertama, investasi di pendapatan tetap dan pasar uang syariah sekitar 80%- 100%. Imbal hasil produk bernama Salam Istiqomah ini setara deposito

Kedua, investasi di saham sebesar 40%, sisanya obligasi syariah dan deposito. Produk bernama Salam Mizan ini menjanjikan imbal hasil 12% - 13% per tahun.

Ketiga, Salam Ahsan, dengan investasi di saham maksimal 70%. Produk ini menjanjikan imbal hasil 18% -22%per tahun.

Aturan main produk asuransi ini mirip tabungan. Pemegang polis bisa mencairkan polis mereka pada suatu jangka waktu tertentu.


jika bapak/ibu berminat ingin dibuatkan ilustrasi silahkan email dengan data diri (nama orang tua, tgl lahir, merokok/tidak, nama anak, tgl lahir, budget, no telp) ke rusni_takaful@yahoo.com, atau kita arrange pertemuan.

Ditunggu ya, dengan syariah hidup menjadi lebih berkah.

Marilah BERHIJRAH ke TAKAFUL, asuransi pertama, murni dan terbaik SYARIAH. Lebih Berpengalaman, lebih Menguntungkan…..

Terima kasih dan Wassalam wr wb.,

Rusni, AAJI: 11212739
0838 112 57622 / 021 4062 5226 / 0813 1525 6839
www.takaful99.blogspot.com
www.asuransisyariah.co.cc






Read More......

Mengapa Asuransi Pendidikan Syariah ?

Written by Rusni on at 07.23

Firman Allah SWT dalam QS. An-Nisa/ 04 : 09 :

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا

"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar."

Ayat yang menggambarkan kepada kita tentang pentingnya planning atau perencanaan yang matang = QS. Yusuf/ 12 : 43 – 49

Perintah mempersiapkan untuk hari esok = Qs. Al Hasyr :18

Perintah di atas menunjukkan agar setiap manusia memiliki tujuan di depan sana yang masih ingin Anda capai. Karena itu, dalam mencapai tujuan-tujuan tadi, seyogianya kita juga mempersiapkan diri, disisi lain ada resiko yang harus di hadapi yang mungkin saja terjadi.

Ayat2 tersebut memerintahkan kita untuk mempersiapkan diri, melakukan ikhtiar antara lain dengan menyisihkan sebagian harta yang kita miliki melalui asuransi syariah bersama dengan saudara-saudara kita yang lainnya. Sehingga, jika takdir 'menjemput' kita, maka persiapan-persiapan untuk keluarga yang kita tinggalkan dalam batas tertentu sudah tersedia. Dengan demikian, kita tidak meninggalkan keluarga yang sengsara, yang menjadi beban orang lain.

Coba perhatikan betapa bersemangatnya anak-anak kita ketika mereka hendak masuk sekolah. Wajar saja, kalau kita sebagai orang tua menunjukkan semangat tentang pentingnya pendidikan, ditambah lagi lingkungan di sekitar kita juga menunjukkan semangat yang sama, maka pastilah semangat tersebut juga akan tertular ke anak kita sehingga wajar bila anak-anak sekolah sangat bersemangat masuk sekolah pada hari-hari pertama tahun ajaran baru.

Saya banyak menemukan orang tua yang ¬ walaupun sadar bahwa pendidikan itu sangat penting ¬ tetapi tidak begitu mempedulikan persiapan dana pendidikan itu sendiri. Sebagai contoh, banyak cerita tentang beberapa orang tua yang meminjam uang pada saat datangnya tahun ajaran baru. Selain itu, Kantor Pegadaian juga penuh karena banyak orang yang menggadaikan barang-barangnya untuk membayar uang sekolah anak.

Kita perlu perencanaan yang matang dalam mempersiapakan hari depan, untuk menjadi bangsa yang visioner, terutama bagi sang ayah sebagai tulang punggung ekonomi keluarga.

Mengapa dana pendidikan penting untuk dipersiapkan sejak sekarang?:


Mahalnya Biaya Pendidikan Pada Saat Ini

Biaya Pendidikan pada saat ini sudah cukup tinggi. Sebuah universitas swasta terkenal di Jakarta ada yang meminta uang kuliah sebesar sekitar Rp 200 - 250 juta bagi mereka yang masuk kuliah tahun 2011 ini selama 5 tahun sampai lulus nanti.

Naiknya Biaya Pendidikan dari Tahun ke Tahun

Sudah biaya pendidikan di rasa mahal, jumlah tersebut biasanya akan terus naik dari tahun ke tahun. Dengan asumsi kenaikan sebesar 10 persen per tahun, maka dalam 17 tahun mendatang, bukan tidak mungkin Biaya Kuliah selama 5 tahun di S1 bisa mencapai sekitar Rp 500 juta.

Ekonomi Tidak Selalu Baik

Orang tua bisa saja menganggap bahwa penghasilannya sekarang aman-aman saja mengingat baiknya keadaan ekonomi sekarang ini. Sehingga mereka yakin bila si anak masuk sekolah nanti dananya pasti tersedia. Tetapi, bila keadaan ekonomi menurun, bukan tidak mungkin penghasilan orang tua menjadi berkurang atau malah berhenti sehingga bisa saja dana pendidikan untuk si anak tidak akan siap bila dibutuhkan.

Fisik Manusia Tidak Selalu Sehat

Jangan anggap bahwa fisik manusia akan selalu sehat untuk bisa terus bekerja dan mendapatkan penghasilan. Bila kita tidak menabung dan mempersiapkan dana pendidikan anak dari sekarang, maka bila suatu saat kelak fisik kita tidak memungkinkan untuk kita bisa terus bekerja, jangan harap dana pendidikan untuk anak kita bisa tersedia.

Selain keempat alasan di atas, sebetulnya ada satu alasan lagi yang membuat kenapa dana pendidikan penting sekali untuk dipersiapkan sejak sekarang, yaitu: “Karena jadwal pendidikan anak kita tidak mungkin dimundurkan atau ditunda.” Jadwalnya sudah pasti. Contohnya, kalau anak kita sudah waktunya masuk SD tetapi kita tidak punya dana yang cukup untuk membayar uang pangkal-nya,



Mengapa Asuransi Pendidikan Syariah ?


1. Ilustrasi asuransi syariah cukup detil dan transparan, sehingga memberikan keyakinan dan informasi yang jelas kepada calon nasabah bagaimana dana tersebut dikelola, termasuk semua biaya dan manfaat-manfaat yang akan diterimanya.
2. Dana tunai tabungan peserta sudah cukup besar di tahun pertama karena asuransi syariah hanya mengenakan biaya pengelolaan yang kecil, tidak ada dana hangus.
3. Tidak ada biaya-biaya tambahan atau potongan dana selain yang sudah disebutkan di ilustrasi apapun kondisi peserta nantinya, misalnya putus kontrak di tahun pertama.
4. Halal. Asuransi syariah dikelola secara hati-hati dan pengelolaannya diawasi oleh dewan pengawas syariah.
5. Dana Premi Dikelola dengan Transparan serta menjauhi hal-hal ketidakjelasan, Gambling/judi riba dan sebagainya,
6. Jika peserta ditakdirkan meninggal dunia, maka ahli waris (istri/suami dan anak) tidak hanya mendapat uang pertanggungan, melainkan juga dana tahapan masuk sekolah dan beasiswa setiap tahun sejak TK hingga perguruan tinggi.
7. Ada masa Bebas Premi. Peserta tidak perlu melanjutkan pembayaran premi, namun anak akan tetap menerima beasiswa selama di perguruan tinggi.
8.Adanya bagi hasil dari surplus (mudharobah) bila tidak terjadi klaim.
9 .Mendapatkan manfaat dalam bentuk proteksi (Manfaat Takaful) dengan aqad ”Takafuli”,
10.Hanya diinvestasikan disektor syariah dan ada unsur tolong menolong
11. Agen asuransi syariah yang amanah dan profesional akan semaksimal mungkin memberikan pelayanan yang baik karena tidak semata-mata bekerja untuk mendapatkan keuntungan materi, namun juga bernilai ibadah.

Mengapa TAKAFUL ?

1. Asuransi Takaful Indonesia (PT Syarikat Takaful Indonesia) merupakan pelopor perusahaan asuransi murni syariah sejak 1994. Memberikan proteksi diri dan keuangan secara syariah yang bersih, transparan dan lebih menguntungkan
2. Asuransi Terbaik Syariah (versi MUI Award, Majalah Investor, Majalah InfoBank, Karim Business Consulting). Dll
3. Polis dan Klaim cepat karena sudah memiliki ISO (maksimal 14 hari kerja). Perusahaan telah mendapatkan ISO 9001, 2000.
4. *PT. Asuransi Takaful Indonesia* adalah perusahaan asuransi yang memberikan solusi dan pelayanan terbaik dalam perencanaan keuangan dan pengelolaan risiko bagi umat dengan menawarkan jasa Takaful dan keuangan syariah yang dikelola secara amanah dan profesional, sehingga telah dipercaya menjadi mitra beberapa perusahaan besar. Sistemnya sudah online dan tersebar di seluruh Indonesia, serta memiliki “Asean Takaful Group” dan “Jaringan Takaful Internasional”.

5. Memberikan solusi dan pelayanan terbaik dalam perencanaan keuangan dan pengelolaan risiko bagi umat dengan menawarkan jasa Takaful dan keuangan syariah yang dikelola secara Professional. Adil. Tulus dan Amanah. Dan ahli dibidangnya.

6 All in 1. Semua jenis asuransi syariah ada di Takaful, Asuransi untuk pendidikan anak, investasi, pensiun dengan atau tanpa link., asuransi untuk kumpulan (kesehatan karyawan, pensiun). asuransi umum (kendaraan bermotor, rumah/ruko/apartement, pengangkutan, cargo, kontraktor, dll) ada diTakaful.
Jadi, persiapkan dana pendidikan anak kita sejak sekarang. Jangan tunda lagi.

Tentang bagaimana cara menghitung dana pendidikan. Di Takaful ada FULNADI yaitu Asuransi pendidikan plus asuransi Jiwa yang akan membantu perencanaan keuangan putera-puteri kita, juga ada "Takafulink Salam" investasi syariah untuk rencana pendidikan bias ditambah rider kesehatan, kecelakaan, jiwa, cacat tetap, penyakit kritis & payor.

Maka mulailah sekarang juga BERHIJRAH ke TAKAFUL, asuransi pertama, murni dan terbaik SYARIAH. Lebih Berpengalaman, lebih Menguntungkan.

Untuk dibuatkan ilustrasi/ janji temu, silahkan hubungi: Rusni, rusnitakaful@yahoo.com

Read More......

Teliti Sebelum dan Sesudah Membeli

Written by Rusni on at 18.27

Dear Rekans,


Selamat pagi dan salam sejahtera,

Kita jumpa lagi dalan even The FINE DAY 04.05.2011 dan kali ini saya mempergunakan tema:

"Apakah Anda paham yang Anda beli?"
Bila tidak, Berbahaya!!!

Seperti Anda ketahui bahwa asuransi adalah "Kontrak" atau "Perjanjian" pertanggungan antara Anda, selaku Nasabah atau tertanggung dan perusahaan asuransi, selaku penanggung.

Dalam "Kontrak" yang disebut POLIS, terdapat kondisi, persyaratan, jaminan dan pengeculian serta prosedur-prosedur.

Di situ ada "HAK" dan "KEWAJIBAN" Anda selaku pihak yang mengadakan perjanjian atau kesepakatan.

Segala sesuatu di masa mendatang, pengajuan dan tuntutan klaim Anda akan selalu mengacu kepada POLIS sebagai dokumen tertulis dan tidak pada "omongan" atau "janji" atau "penjelasan" lisan lainnya, yang tidak dapat dibuktikan.

Selain POLIS, asuransi juga akan mengacu kepada SPAJ/SPPA yang telah Anda isi dan tanda-tangani.
Proposal dan ilustrasi dalam asuransi jiwa, ditegaskan bukan merupakan bagian dari Kontrak!!!
(Jadi sebenarnya Anda tidak perlu tanda-tangan, karena bukan bagian dari kontrak).

Jadi 2 dokumen (POLIS & SPAJ/SPPA) ini yang akan berperan-penuh atas pengajuan tuntutan Anda dan pembayaran santunan dari perusahaan asuransi.

Mudah-mudahan Anda bisa memahami sampai di sini.

-----

Lalu permasalahan berikutnya adalah:

1. Apakah Anda sudah membaca dan mengisi dengan benar SPAJ/SPPA, sebelum Anda lengkapi dan tanda-tangani, lalu diserahkan kepada penjual? Bila tidak, berbahaya.
Ada sebuah kesalahan dalam menjawab, pada salah satu pertanyaan di SPAJ/SPPA, berpotensi memberi peluang buat perusahaan asuransi menolak klaim Anda. Mereka ber-hak menolak klaim Anda, bila Anda salah menjawab!!!

2. Apakah Anda sudah memperoleh penjelasan dari penjual dengan memakai specimen atau dummy polis, sebelum Anda memutuskan membeli produk asuransi? Dan Anda sudah memahami dengan benar seluruh kondisi dan persyaratan polis tsb?
Bila tidak, Berbahaya.
Karena Anda berpotensi mengalami kekecewaan saat mengetahui klaim Anda ditolak, yang Anda pikir dijamin.

3. Perusahaan Asuransi selalu memakai klausul: "Kan kami sudah memberikan Tertanggung selama 14 hari yang disebut "Grace Period". Mereka diberikan kesempatan untuk membaca polis tersebut dengan benar!"
Itu dalih atau alasan para perusahaan asuransi dan para penjual.
Sekarang saya bertanya kepada Anda yang telah memiliki polis asuransi.
"Apakah yang Anda lakukan selama 14 hari waktu yg diberikan perusahaan asuransi?"
"Apakah Anda membaca, mempelajari dan berusaha memahami KONTRAK pertanggungan yang Anda beli?"
Bila belum Anda dalam posisi yang Berbahaya.
Anda harus bersiap diri mengalami kekecewaan, kemarahan dan kerugian besar, saat klaim Anda ditolak.
Perusahaan asuransi bisa "melarikan diri" dengan menyampaikan: "Kan gua sudah kasih waktu 14 hari sama nasabah, untuk membaca, meneruskan atau membatalkan polis!"

Jadi Anda selaku nasabah, tidak memiliki posisi kuat, untuk menuntut hak Anda, karena KONTRAK melemahkan POSISI Anda!!!

-----

Saran saya sekarang:
1. Keluarkan seluruh berkas polis Anda dan buat photo copy-nya termasuk kwitansi dll.
2. Simpan asli di SDB bank
3. Pergunakan copy KONTRAK atau POLIS, sebagai berkas untuk Anda membaca, belajar dan mencoba memahami dengan benar.
Coret dan tandai bagian yang Anda tidak mengerti dan pahami dengan benar.

4. Panggil Agen asuransi atau penjual, dan minta mereka membantu menjelaskan bagian-bagian yang Anda kurang atau tidak pahami dengan benar.
5. Minta penjual menuliskan penjelasan mereka di copy berkas tsb. (Karena omongan atau penjelasan lisan bukan bukti).
6. Setelah Anda PUAS dengan APA yang dijelaskan secara tertulis. Silahkan simpan kembali berkas tsb dengan rapih dan tidurlah dengan tenang.
7. Namun bila penjelasan penjual belum MEMUASKAN Anda dan terlihat/terdengar gamang (karena mereka juga hampir sebagian besar belum membaca POLIS secara tuntas), Anda minta penjelasan dari Manager Penjual atau Senior-nya.
8. Lakukan hal yang sama mulai nomor 5 diatas, ulangi sampai Anda paham benar.

Atau bila Anda ingin pihak ke 3 yang independen melakukannya bagi Anda, Anda bisa mempergunakan jasa "Pialang Asuransi" atau "Perencana Keuangan" yang memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang asuransi.

-----

Silahkan bebenah sekarang selagi Anda sempat, dan jangan menunggu saat Anda mengalami musibah dan mendapati klaim Anda ditolak, dan menderita kerugian keuangan besar plus sakit hati berkepanjangan.

Demikian dan semoga bermanfaat.


Salam,
Freddy Pieloor
www.PialangAsuransi.com

---
di Takaful ada fasilitas masa bebas lihat/pelajari (free look) selama 14 hari untuk produk "Takafulink Salam", jadi setelah menerima polis, jangan langsung disimpan, tapi dipelajari/dibaca terlebih dahulu dan tanyakan agen asuransi Anda bila ada yang kurang jelas.

rusni_takaful@yahoo.com

Read More......